Seperti diberitakan Aljazeera, Selasa (22/11/2011), Ali al-Fatel tewas setelah tertembak di bagian dada. Sebelumnya, al-Fatel bersama para pengunjuk rasa lainnya berkumpul di Kota Shwika sejak Senin (21/11) kemarin. Mereka memprotes tewasnya Nasse al-Mheishi (19) yang tewas dengan beberapa luka tembak di dekat sebuah pos polisi.
Para pengunjuk rasa menuduh polisi menjadi penyebab tewasnya Mheishi. Sayang, juru bicara polisi menolak mengomentari peristiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali menyebut, seorang polisi melihat polisi lainnya di pos pemeriksaan menembak mati Mheishi. Sementara itu, menurut penduduk setempat, ini merupakan kejadian kedua sejak beberapa waktu terakhir. Pada bulan Oktober lalu, 14 orang, termasuk 11 polisi, terluka dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran.
(fiq/nvt)











































