Oleh pengadilan, pria bernama Terence Lewis Martin itu dinyatakan bersalah atas dakwaan hubungan seks ilegal dengan anak di bawah umur dan memproduksi material eksploitasi seks anak.
Martin membantah dakwaan tersebut. Menurut pria berumur 54 tahun itu, seperti dilansir The Examiner, Selasa (22/11/2011), dirinya hanya merespons iklan layanan seks dewasa pada September 2009 lalu dan mengira gadis itu telah berumur 18 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin awalnya mendatangi apartemen Devine untuk berhubungan seks dengan anak tersebut. Setelah itu Martin pun menyuruh si anak untuk datang ke rumahnya untuk kembali berhubungan intim. Selama kunjungan itu, Martin dan anak tersebut terlibat dalam aktivitas seks. Pria itu pun memfoto-foto si anak dalam pose-pose syur. Gara-gara kasus inilah, Martin berurusan dengan polisi.
Menurut juri pengadilan, Martin seharusnya tahu bahwa gadis tersebut masih di bawah 17 tahun. Namun saat diinterogasi polisi, Martin mengatakan dirinya yakin kalau gadis itu berusia 18 tahun. Menurut Martin, tak ada perilaku ataupun perkataan anak itu yang menunjukkan dirinya masih di bawah umur.
Kepada polisi, Martin mengakui kalau obat-obatan yang diresepkan untuknya atas penyakit Parkinson yang dideritanya, telah menyebabkan dirinya hiperseks dan akibatnya kecanduan akan prostitusi dan pornografi.
Martin saat ini masih mendekam di penjara menunggu putusan vonis pengadilan. Pengacaranya, Peter Barker mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar kliennya tidak dijatuhi hukuman penjara atas dasar medis. Untuk itu dia menyertakan dua laporan medis yang berasal dari psikolog dan ahli saraf.
"Secara umum, kedua laporan itu menyimpulkan masalah hiperseksualitas," kata Barker. Menurut Barker, hiperseks selama ini diatasi dengan pengobatan dan dirinya yakin Martin tak akan mengulangi perbuatannya.
(ita/vit)











































