Seperti diberitakan Reuters, sekitar 20.000 demonstran berkumpul di Lapangan Tahrir menuntut pergantian kekuasaan dari militer ke sipil. Total korban yang meninggal berjumlah 33 orang sejak Sabtu (19/11) lalu. Sayangnya, demonstrasi tersebut belum menarik jumlah yang lebih besar seperti saat penggulingan Presiden Hosni Mubarak.
"Masyarakat ingin Marsekal turun," teriak para demonstran yang merujuk pada Marsekal Mohamed Hussein Tantawi, selaku Menteri Pertahanan dan panglima tentara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan militer juga belum mengatakan apakah akan menerima pembubaran kabinet, pada Minggu mendatang. Sumber militer menyebut sedang mencari kesepakatan untuk menunjuk Perdana Menteri baru. Pengunduran diri dalam kabinet terjadi sejak Maret lalu, yang juga merupakan pukulan lain kepada otoritas dewan militer dan menimbulkan keraguan akan pemilihan umum yang pertama, yang akan dimulai pada Senin depan.
Seorang saksi mata mengatakan, dirinya melihat bentrokan di sekitar jalan Lapangan Tahrir. Saksi tersebut menyebut penjarah yang telah menyerang American University di Kairo dan bangunan lainnya tidak terkait dengan demonstran.
(fiq/fay)











































