"Anda bisa terus berkuasa dengan tank-tank dan meriam hanya sampai titik tertentu. Harinya akan tiba ketika Anda juga akan pergi," kata Erdogan dalam pertemuan di Istanbul, Turki seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/11/2011).
"Seseorang muncul dan berkata 'Saya akan melawan dan mati. Terhadap siapa Anda akan melawan? Apakah Anda akan melawan saudara-saudara muslimmu yang engkau pimpin di negaramu?" cetus Erdogan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan pun mengecam keras penggunaan kekuatan militer terhadap para demonstran Suriah. Turki yang pernah menjadi sekutu dekat Suriah, belakangan semakin sering melancarkan kritikan terhadap rezim Suriah.
Pemerintahan Assad telah menuai kecaman dari komunitas internasional atas penggunaan kekerasan terhadap para demonstran antipemerintah. Untuk menghadapi demonstran, Assad memerintahkan pengerahan tank-tank dan penggunaan meriam. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, lebih dari 3.500 orang telah tewas selama aksi demonstrasi menuntut pengunduran diri Assad.
(ita/vit)











































