Menurut para dokter di Lapangan Tahrir, luka-luka yang diderita korban termasuk luka tembak, cedera akibat menghirup gas air mata secara berlebihan dan pemukulan di kepala.
"Saya telah menerima banyak orang yang mengalami kejang-kejang," kata Tarek Salama, seorang petugas paramedis di rumah sakit darurat di Lapangan Tahrir seperti diberitakan CNN, Senin (21/11/2011). Ditambahkannya, dirinya juga banyak menemui korban dengan luka tembak baik karena tembakan peluru karet maupun peluru asli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada yang berubah," keluh seorang demonstran bernama Zahra. "Kami berjalan mundur. Dewan militer itu sampah. Mubarak masih hidup dan baik-baik saja, dan rakyat sekarat," cetusnya.
Bentrokan berdarah mulai terjadi pada Sabtu, 19 November lalu ketika aparat polisi mencoba membubarkan ribuan demonstran yang terus menyemut di Lapangan Tahrir. Saat itu para demonstran melemparkan bom-bom molotov, batu dan membakar sebuah mobil polisi. Dalam aksinya, para demonstran menuntut penguasa militer untuk menyerahkan kekuasaan ke otoritas sipil.
(ita/vit)











































