Putra Khadafi Bisa Dihukum Mati oleh Pengadilan Libya

Putra Khadafi Bisa Dihukum Mati oleh Pengadilan Libya

- detikNews
Senin, 21 Nov 2011 13:44 WIB
Putra Khadafi Bisa Dihukum Mati oleh Pengadilan Libya
Tripoli - Putra mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, Saif Al-Islam patut merasa was-was atas nasibnya setelah ditangkap otoritas Libya. Pria berumur 39 tahun itu bisa saja dihukum mati setelah pemerintah Libya menolak menyerahkannya ke Mahkamah Kejahatan Internasional alias ICC.

Para pejabat pemerintah Libya bersikeras bahwa pria lulusan Inggris itu akan diadili di negara tersebut atas kejahatan terhadap rakyat Libya. Jika terbukti bersalah atas dakwaan itu, maka hukuman maksimum adalah hukuman mati.

Khawatir Saif akan mengalami nasib sama seperti almarhum ayahnya, organisasi HAM Amnesty International menyerukan agar Saif segera diserahkan ke ICC di Den Haag, Belanda. Khadafi tewas dibunuh tak lama setelah dirinya ditangkap pasukan pemberontak Libya bulan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun seruan Amnesty International itu tidak digubris pemerintah Libya sebab Libya tak punya kesepakatan apapun dengan ICC. "ICC cuma pengadilan sekunder dan rakyat Libya tak akan membiarkan Saif diadili di luar negeri," cetus Menteri Informasi Libya Mahmoud Shammam seperti dilansir harian Daily Mail, Senin (21/11/2011).

Pemerintah Libya pun berjanji akan memberikan pengadilan yang adil bagi Saif. "Kami siap untuk mengadili. Kami telah mengadopsi prosedur hukum dan peradilan yang cukup untuk memastikan pengadilan yang adil baginya," tegas Menteri Kehakiman Libya Mohammed Al Alagy.

Jaksa penuntut ICC Luis Moreno Ocampo menurut rencana akan pergi ke Libya hari ini untuk mengadakan pembicaraan dengan penguasa Libya, Dewan Transisi Nasional (NTC). Dikatakannya, meski pemerintah Libya punya hak untuk mengadili warganya atas kejahatan perang, namun tujuan utama ICC adalah untuk memastikan adanya pengadilan yang adil.

Sekitar tiga pekan lalu sebelum tertangkap, Saif bersumpah akan membalas kematian ayahnya. "Saya hidup dan bebas dan akan melawan hingga akhir," cetusnya kala itu.

Saif ditangkap saat melakukan perjalanan bersama dua orang pembantunya di sebelah barat kota Obari, Libya. Saif ditangkap tanpa melakukan perlawanan.
(ita/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads