Seperti diberitakan Reuters, Senin (21/11/2011), ini adalah kali pertama pemenang Nobel Perdamaian ini kembali berkompetisi sejak tahun 1990. Pada saat itu, kemenangan Suu Kyi dianulir oleh Jenderal yang berkuasa saat itu.
"Aung San Suu Kyi bermaksud untuk mengikuti pemilihan tapi ini agak dini untuk mengatakan kepada konstituen untuk berlaga," ujar pejabat senior partai LND, Nyan Win.
Pada Jumat (18/11) lalu, partainya sepakat mendaftarkan diri sebagai partai, setelah sejak tahun lalu dibubarkan oleh rezim yang berkuasa. Suu Kyi tadinya tidak berniat untuk menjadi salah satu anggota parlemen. Namun keputusannya berubah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyatakan dukungannya dan memerintahkan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton untuk datang berkunjung ke Myanmar.
Sementara itu, Penasihat Presiden Myanmar Ko Ko Hlaing, menyebut langkah LND untuk mendaftarkan diri kembali sebagai sebuah langkah yang signifikan. Di bawah Thein Sein, pemerintah mulai melakukan dialog dengan Suu Kyi, yang disambut baik oleh Barat, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap negara itu karena adanya catatan buruk terhadap HAM.
Pemerintah Myanmar baru-baru ini melepaskan lebih dari 230 tahanan politik, mencabut sensor media dan mencari bantuan lembaga-lembaga keuangan internasional untuk menghidupkan kembali perekonomiannya.
(fiq/vit)











































