"Saya sangat prihatin akan kerusuhan dan bentrokan keras yang terjadi di Mesir, khususnya di Lapangan Tahrir pada akhir pekan," kata kepala kebijakan asing Uni Eropa Catherine Ashton dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/11/2011).
Hal itu disampaikan Ashton menyusul bentrokan antara aparat dan demonstran di Lapangan Tahrir, Kairo yang menewaskan 11 orang dan melukai ratusan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan keamanan Suriah menewaskan setidaknya 11 orang di Lapangan Tahrir pada Minggu, 20 November. Dalam kejadian itu, polisi dan tentara menggunakan gas air mata, tongkat polisi dan tembakan untuk membubarkan ribuan demonstran yang menuntut penguasa militer menyerahkan kekuasaan ke otoritas sipil.
Dalam aksinya, para demonstran melancarkan protes terhadap penguasa Mesir pasca tergulingnya presiden Hosni Mubarak, Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF). Massa juga menyerukan penggantian Hussein Tantawi, menteri pertahanan era Mubarak yang memimpin SCAF.
Dalam pernyataannya, SCAF menyampaikan penyesalan atas apa yang terjadi dan menegaskan komitmen untuk melaksanakan pemilihan presiden. Militer telah berulang kali menyatakan akan menyerahkan kekuasaan setelah pemilihan presiden yang jadwalnya belum ditentukan.
(ita/vit)











































