"Abdullah al-Senussi ditangkap di wilayah Al-Guira, Libya bagian selatan," ujar salah seorang pejabat Dewan Transisi Naasional Libya (NTC) yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Minggu (20/11/2011).
Seorang komandan militer di Benghazi mengatakan, Senussi berhasil ditangkap saat berada di rumah saudara perempuannya, Minggu (20/11) waktu setempat. Senussi ditemukan oleh pasukan revolusi Libya dan kemudian di serahkan kepada NTC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan dia, Senussi membawa senjata saat ditangkap.
Baik terhadap Senussi maupun putra Khadafi, Saif telah dikeluarkan surat perintah penangkapan oleh ICC sejak 27 Juni lalu. Keduanya didakwa atas kejahatan kemanusiaan dalam menumpas aksi protes melawan rezim Khadafi.
Penangkapan Senussi ini juga diumumkan oleh seorang pejabat di Benghazi dalam pertemuan dengan pihak militer. "Sang teroris, sang pembunuh, Abdullah al-Senussi telah ditangkap," ungkap pejabat tersebut disambut gemuruh tepuk tangan pasukan militer.
Sedangkan Menteri Pertahanan Jallal al-Digheily yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, menyebut penangkapan ini sebagai 'kemenangan'. "Kami berterima kasih kepada Allah atas kemenangan ini," ucapnya.
Senussi (62) juga diketahui merupakan saudara ipar sekaligus bekas tangan kanan pemimpin otoriter Libya, Khadafi. Pada 1999 lalu, pengadilan Paris menjatuhkan vonis seumur hidup secara in absentia kepadanya atas tuduhan terlibat dalam serangan terhadap pesawat Perancis UTA yang menewaskan 170 orang.
(nvc/nvt)











































