Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Ahmet Davutoglu menyinggung tentang serangan-serangan yang dilakukan para tentara Suriah yang membelot. "Karena itu saya katakan ada risiko untuk berubah menjadi perang saudara," kata pejabat tinggi Turki itu.
"Sekaranglah waktunya untuk menghentikan pembantaian ini dan oleh karenanya, inisiatif Arab penting," ujar Davutoglu seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (18/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika itu tidak berhasil, tentunya akan selalu ada risiko perang saudara atau ketegangan tingkat tinggi di Suriah," kata Davutoglu.
Menurut Davutoglu, sejauh ini sulit untuk menyebut krisis Suriah sebagai perang saudara sebab dalam perang saudara, ada dua pihak yang saling menyerang. "Namun dalam kasus ini, biasanya warga sipil yang diserang pasukan keamanan," cetus pejabat senior Turki itu.
Pergolakan di Suriah hingga kini telah berlangsung 8 bulan. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hampir 4 ribu orang telah tewas selama konflik tersebut. Dalam aksinya, para demonstran bersikeras menuntut pengunduran diri Assad.
Namun Assad bersikeras untuk terus memimpin, bahkan memerintahkan pasukan keamanan Suriah untuk terus memerangi para demonstran yang disebutnya sebagai bandit-bandit bersenjata.
(ita/vit)











































