Seperti diberitakan news.com.au, Jumat (18/11/2011), roket tersebut diluncurkan dari Hawaii dan dinamai dengan singkatan AHW (Advanced Hypersonic Weapon). Bom ini mampu melewati langit Pasifik dengan kecepatan hipersonik sebelum akhirnya mengenai targetnya di Kwajalein, Kepulauan Marshall. Kwajalein berjarak sekitar 4.000 kilometer sebelah selatan Hawaii.
Bom ini mempunyai berat 13.607 kilogram yang dirancang untuk menghancurkan target yang berada jauh di dalam tanah. Para ilmuwan yang mengembangkan bom ini menyebut, bom terbang ini berkecepatan melebihi lima kali kecepatan suara.
"Tes ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang aerodinamika, navigasi, bimbingan dan kontrol, serta teknologi perlindungan panas," kata seorang juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Melinda Morgan.
Program AHW ini merupakan bagian dari proyek militer AS yang diharapkan dapat mengirim senjata konvensional ke berbagai tempat dalam satu jam. Untuk proyek ini, Pentagon telah menginvestasikan dana sekitar $US 240 juta.
(fiq/vit)











































