Australia Larang China Ikut Campur Soal Ribuan Marinir AS di Darwin

Australia Larang China Ikut Campur Soal Ribuan Marinir AS di Darwin

- detikNews
Jumat, 18 Nov 2011 13:23 WIB
Australia Larang China Ikut Campur Soal Ribuan Marinir AS di Darwin
Canberra - Rencana penempatan ribuan marinir AS di Australia menimbulkan keberatan dari pemerintah China. Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Kevin Rudd meyakinkan China bahwa langkah itu tidak diarahkan terhadap China. Meski begitu Rudd juga mengingatkan China untuk tidak ikut campur dalam keputusan kebijakan keamanan Australia.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Australia, Rabu, 16 November lalu, Presiden AS Barack Obama mengumumkan peningkatan keberadaan militer AS di Australia. Banyak pihak yang menyebut hal itu sebagai upaya mengimbangi kekuatan China yang terus meningkat.

"Bisa dikatakan dari apa yang kita lihat dari Kementerian Luar Negeri China bahwa mereka keberatan tentang apa yang telah kita lakukan, namun Australia tak akan mengubah sikapnya," kata Rudd pada stasiun televisi ABC seperti dilansir AFP, Jumat (18/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sikap utama kami dan ini didasarkan pada kenyataan mutlak, adalah bahwa peningkatan hubungan dengan AS ini tidak diarahkan terhadap satu negara pun," tegas Rudd.

Namun pejabat tinggi negeri kangguru itu mengingatkan China untuk tidak ikut campur dalam keputusan soal kebijakan Australia.

"Kami ingin blak-blakan soal ini, kami tak akan membiarkan kebijakan keamanan nasional kami didikte oleh kekuatan luar manapun. Itu masalah kedaulatan bagi Australia," cetus Rudd.

Pengiriman pasukan tahap awal, yakni sebanyak 200-250 marinir AS akan dilakukan pada pertengahan tahun 2012 mendatang. Nantinya pemerintah AS berencana mengirimkan hingga 2.500 marinir ke Darwin, Australia pada tahun 2016 mendatang.
(ita/vit)


Berita Terkait