Liga Arab pun mengeluarkan ultimatum bagi pemerintah Suriah untuk menghentikan kekerasan terhadap para demonstran. Jika tidak, Suriah akan menerima konsekuensi-konsekuensi ekonomi lebih jauh.
"Kita harus berhenti buang-buang waktu," cetus Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar Hamad bin Jassim Al Thani usai pertemuan Liga Arab seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (18/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu dikarenakan pemerintah Suriah tidak menepati komitmennya untuk menghentikan penggunaan senjata terhadap para demonstran. Namun meski adanya keputusan Liga Arab itu, aparat Suriah terus saja melakukan kekerasan terhadap para demonstran antipemerintah.
Dalam aksi demonya selama 8 bulan terakhir ini, warga Suriah gigih menuntut pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun sejauh ini Assad bersikeras untuk terus memimpin. Padahal sejumlah pemimpin Arab pun seperti Raja Yordania dan pemerintah Turki telah terang-terangan menyerukan Assad untuk mundur.
(ita/vit)











































