Seperti diberitakan The New York Times, Jumat (18/11/2011), Oscar Ortega menembakkan senjatanya ke arah Gedung Putih pada Jumat pekan lalu (11/11). Inilah yang membuat Pemerintah Federal yakin akan tuduhan upaya pembunuhan yang dijeratkan kepada Hernandez.
Pada penembakan yang dilakukan Jumat malam pekan lalu, Presiden Obama dan Michelle tidak berada di Gedung Putih. Akan tetapi, kedua putri Obama, Sasha dan Malia masih berada di dalam gedung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu teman Ortega Hernandez yang diperiksa penyidik meenyebut Hernandez pernah mengatakan Obama sebagai anti-Kristus sehingga pemuda itu berniat membunuh Sang Presiden. Selain itu, Hernandez menyebut Presiden Obama mempunyai masalah dengan pemerintahannya. Hal itulah yang memicu Hernandez menyiapkan 'sesuatu' untuk Obama.
Pada malam penembakan itu, Hernandez berada di dalam mobilnya, tidak jauh dari Gedung Putih. Pihak intelijen AS mengatakan, seorang petugas melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Constitution Avenue. Beberapa menit kemudian setelah penembakan, mobil itu ditemukan sekitar tujuh blok jauhnya. Di dalam mobil ditemukan sepucuk senapan serbu semi-otomatis.
(fiq/vit)











































