"Mungkin tidak cukup tepat untuk mengintensifkan dan memperluas aliansi militer dan mungkin itu tidak sesuai dengan kepentingan negara-negara di wilayah ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Liu Weimin di Beijing, China seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (16/11/2011).
Hal itu disampaikan Weimin ketika ditanyai wartawan mengenai respons pemerintah China atas penempatan pasukan AS di Australia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini beredar spekulasi bahwa peningkatan keberadaan militer AS di Australia terkait dengan munculnya China sebagai salah satu negara kuat di dunia. Namun Gillard menegaskan bahwa menguatnya aliansi AS-Australia bukanlah ancaman bagi China.
"Saya pikir baik dan sangat mungkin bagi kami, di wilayah dunia yang berkembang ini, untuk memiliki sekutu di AS dan memiliki persahabatan erat di wilayah kami, termasuk dengan China," kata Gillard.
Mulai pertengahan tahun 2012 mendatang, antara 200-250 marinir AS akan mulai ditempatkan di Darwin. Mereka akan berada di sana selama enam bulan sebelum kemudian dirotasi. Pada akhirnya, total 2.500 marinir AS akan ditempatkan di Negeri Kanguru itu di masa mendatang.
(ita/vit)










































