"Ini bukan lagi ketidakadilan, ini sudah kekejaman," cetus Miguel seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (16/11/2011).
Sebelumnya pada Selasa, 15 November malam waktu setempat, Arroyo dan keluarganya tiba di bandara Manila untuk pergi ke Singapura guna mengobati penyakit tulang yang dideritanya. Arroyo terlihat mengenakan kursi roda dan memakai penjepit leher.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun de Lima bersikeras bahwa kondisi kesehatan Arroyo tidak serius. Karenanya larangan bepergian atas wanita berumur 64 tahun itu tetap diberlakukan. Dikatakan de Lima, pemerintah yakin Arroyo ingin melarikan diri dari persidangan kasus korupsi yang tengah dihadapinya.
"Kami tak akan mengizinkan dia pergi kecuali ada masalah darurat medis. Itu sudah jelas," tegas de Lima pada para wartawan di Manila.
Juru bicara MA, Midas Marquez mengingatkan, pemerintah jelas-jelas telah melanggar perintah pengadilan tertinggi di negeri itu. Diingatkannya, mereka yang menolak melakukan putusan pengadilan berisiko dikenai dakwaan penghinaan pengadilan yang bisa diganjar hukuman maksimum enam bulan penjara.
MA memutuskan bahwa Arroyo bebas bepergian karena meskipun dirinya tengah dalam penyelidikan kepolisian atas kasus korupsi, namun sejauh ini belum ada dakwaan apapun terhadap Arroyo.
(ita/vit)










































