Gara-gara Kasus Korupsi, Arroyo Dilarang Berobat ke Luar Negeri

Gara-gara Kasus Korupsi, Arroyo Dilarang Berobat ke Luar Negeri

- detikNews
Rabu, 16 Nov 2011 11:08 WIB
Gara-gara Kasus Korupsi, Arroyo Dilarang Berobat ke Luar Negeri
Manila - Mantan presiden Filipina Gloria Arroyo dilarang pergi berobat ke luar negeri meski pengadilan telah mengizinkan. Pemerintahan Presiden Benigno Aquino terus menghalang-halangi kepergian Arroyo karena khawatir Arroyo yang tengah diselidiki kepolisian atas kasus korupsi itu, akan mencoba kabur.

Namun hari ini, pihak Arroyo akan kembali mencoba untuk meninggalkan Manila. Ini akan menjadi upaya kedua setelah kemarin, Arroyo gagal pergi ke luar negeri.

Sebelumnya Arroyo telah mengatakan bahwa dirinya memerlukan perawatan medis segera di luar negeri untuk mengobati penyakit tulang yang dideritanya. Namun pemerintahan Aquino tidak mengizinkan keberangkatan Arroyo karena khawatir Arroyo cuma mencari-cari alasan untuk menghindar dari penyelidikan kasus korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan pemerintah Filipina tidak menggubris putusan Mahkamah Agung (MA) Filipina yang menetapkan pemerintah tidak bisa menghalangi kepergian Arroyo untuk berobat ke luar negeri.

Pada Selasa, 15 November larut malam waktu setempat, Arroyo yang mengenakan penyangga leher dan duduk di kursi roda, muncul di bandara Manila untuk terbang ke Singapura. Itu dilakukan setelah MA Filipina mengeluarkan putusan yang mengizinkan keberangkatannya.

Namun Menteri Kehakiman Leila de Lima seperti dilansir AFP, Rabu (16/11/2011) dengan tegas mengatakan dirinya akan melawan putusan MA dengan memerintahkan petugas imigrasi untuk mencegah keberangkatan Arroyo. Wanita berumur 64 tahun itu pun batal pergi.

Namun pengacara Arroyo, Ferdinand Topacio mengatakan, Arroyo dan keluarganya akan mencoba lagi untuk pergi ke Singapura hari ini.

"Ini rencana kami karena ini hak kami," tegas Topacio kepada stasiun televisi ABS-CBN.

Menurut juru bicara Arroyo, Elena Bautista Horn, Arroyo telah membuat janji untuk bertemu dengan dokter ahli di Singapura pada Kamis, 17 November besok. Ditegaskannya, Arroyo tidak berencana untuk kabur dan meminta suaka di luar negeri.
(ita/vit)


Berita Terkait