Dalam aksinya, para pendukung Assad tersebut merobek bendera Yordania yang dipasang di halaman kedutaan.
"Hampir 120 orang berdemo di depan Kedubes Yordania di Damaskus pada Senin malam dan dua orang dari mereka berhasil masuk ke halaman kedutaam dan merobek bendera Yordania," kata Dubes Yordania Omar al-Amad kepada surat kabar Yordania, Al-Dustur dan Al-Ghad.
"Pasukan keamanan Suriah tidak mengintervensi untuk mencegah penyusupan ke halaman kedutaan oleh dua orang tersebut," imbuh Amad seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/11/2011).
"Sesuai kesepakatan internasional, tanggung jawab melindungi kedutaan dan misi diplomatik lainnya ada di pihak negara tuan rumah," tegas Amad.
Sebelumnya, Raja Yordania Abdullah II terang-terangan menyindir Assad yang bersikeras menolak mengundurkan diri.
"Saya yakin, jika saya ada di posisinya, saya akan mundur," kata Raja Abdullah II dalam wawancara di BBC. "Saya akan mundur dan memastikan siapapun yang menggantikan saya punya kemampuan untuk mengubah status quo yang sedang terjadi," imbuhnya.
Dengan komentarnya itu, Raja Abdullah II menjadi pemimpin Arab pertama yang terang-terangan menyerukan Assad untuk mundur.
(ita/nvt)











































