Atas peristiwa itu, sang majikan, seorang pria berkebangsaan Kuwait ditangkap polisi hari ini. Menurut sumber-sumber hukum kepada surat kabar Kuwait, Al-Jarida seperti dilansir AFP, Selasa (15/11/2011), pria itu mengaku telah memukuli secara brutal PRT tersebut.
Menurut pria yang tidak disebutkan namanya itu, pemukulan itu terus berulang hingga tujuh hari karena korban tidak mau bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut harian Kuwait tersebut, setelah berhari-hari memukuli korban, tersangka akhirnya membawa korban ke kantor rekrutmen PRT di Hawalli, sekitar 15 kilometer sebelah selatan Kuwait City, ibukota Kuwait. Di sanalah, wanita malang itu pingsan dan kemudian meninggal.
Kuwait yang berpenduduk sekitar 3,5 juta orang, dua pertiganya adalah warga asing. Negeri kaya minyak itu menjadi tempat bernaung sekitar 600 ribu PRT yang sebagian besar dari Asia.
(ita/nvt)











































