Bekukan Keanggotaan Suriah, Liga Arab Dikecam Iran

Bekukan Keanggotaan Suriah, Liga Arab Dikecam Iran

- detikNews
Senin, 14 Nov 2011 13:59 WIB
Bekukan Keanggotaan Suriah, Liga Arab Dikecam Iran
Teheran - Terkait pergolakan di Suriah, Liga Arab telah memutuskan untuk menangguhkan keanggotaan Suriah di organisasi regional beranggotakan 22 negara Arab tersebut. Namun keputusan menskors Suriah itu dikecam pemerintah Iran yang menganggap langkah tersebut hanya akan memperkeruh situasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast seperti diberitakan kantor berita Iran, IRNA dan dilansir Press TV, Senin (14/11/2011), mengatakan, penangguhan keanggotaan itu tak akan menyelesaikan krisis Suriah.

Dikatakan Mehmanparast, keputusan Liga Arab tersebut dibuat di tengah upaya kelompok itu untuk mengintervensi masalah dalam negeri Suriah. Petinggi Iran itu punya mengingatkan negara-negara asing untuk tidak ikut campur soal Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya pada Sabtu, 12 November lalu, Liga Arab mengumumkan penangguhan keanggotaan Suriah dan menyerukan penerapan sanksi-sanksi politik dan ekonomi atas Suriah. Alasannya, pemerintah Suriah telah gagal menghentikan pertumpahan darah. Padahal tadinya pemerintah Suriah telah berjanji kepada Liga Arab untuk menghentikan kekerasan terhadap para demonstran antipemerintah.

Dalam sidang darurat tingkat Menteri Luar Negeri Liga Arab yang digelar di Kairo, Mesir pada Sabtu, 12 November, diputuskan untuk membekukan keanggotaan Suriah serta melarang partisipasi negara itu dalam semua kegiatan Liga Arab dan semua organisasi di bawah naungannya.

Keputusan itu berlaku mulai 16 November hingga rezim Suriah menerapkan proposal damai Liga Arab yang disepakati belum lama ini, yang mencakup seruan untuk menghentikan penggunaan senjata terhadap para demonstran.

Pergolakan di Suriah telah terjadi sejak pertengahan Maret lalu. Menurut perkiraan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 3.000 orang telah tewas selama pergolakan itu. Dalam aksinya, para demonstran antipemerintah menuntut pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(ita/vit)


Berita Terkait