Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast seperti diberitakan kantor berita Iran, IRNA dan dilansir Press TV, Senin (14/11/2011), mengatakan, penangguhan keanggotaan itu tak akan menyelesaikan krisis Suriah.
Dikatakan Mehmanparast, keputusan Liga Arab tersebut dibuat di tengah upaya kelompok itu untuk mengintervensi masalah dalam negeri Suriah. Petinggi Iran itu punya mengingatkan negara-negara asing untuk tidak ikut campur soal Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sidang darurat tingkat Menteri Luar Negeri Liga Arab yang digelar di Kairo, Mesir pada Sabtu, 12 November, diputuskan untuk membekukan keanggotaan Suriah serta melarang partisipasi negara itu dalam semua kegiatan Liga Arab dan semua organisasi di bawah naungannya.
Keputusan itu berlaku mulai 16 November hingga rezim Suriah menerapkan proposal damai Liga Arab yang disepakati belum lama ini, yang mencakup seruan untuk menghentikan penggunaan senjata terhadap para demonstran.
Pergolakan di Suriah telah terjadi sejak pertengahan Maret lalu. Menurut perkiraan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 3.000 orang telah tewas selama pergolakan itu. Dalam aksinya, para demonstran antipemerintah menuntut pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(ita/vit)











































