Insiden ini terjadi di sebuah tambang batubara yang terletak di Kabupaten Sizhuang, dekat kota Qujing di Provinsi Yunnan.
Sembilan penambang masih terperangkap pada hari Minggu pagi (13/11/2011). Ratusan tim SAR masih melakukan pencarian terhadap mereka. Demikian disampaikan juru bicara pemerintah, Li Jianjun seperti dikutip reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita Xinhua mengatakan tambang itu beroperasi secara ilegal, yang sebelumnya telah memiliki lisensi namun sudah dicabut tahun lalu. Biro Pengawasan Batubara Provinsi Yunnan telah memerintahkan untuk menghentikan produksi pada bulan April tahun lalu.
Sementara, insiden serupa juga terjadi di China, di mana tujuh penambang terperangkap di bawah tanah oleh banjir di sebuah tambang batubara di Provinsi Gansu, China bagian barat laut.
Pemerintah provinsi mengatakan banjir tersebut terjadi di tambang batubara Sigeshan Tongda, di kota Jingtai. Tim SAR mencoba melakukan upaya penyelamatan dengan memompa air keluar dari tambang.
Tambang China adalah yang paling mematikan di dunia. Hal ini disebabkan karena standar keamanan yang lemah, serta pihak tambang terburu-buru untuk melayani permintaan pasar terhadap baubara yang sangat tinggi.
Pada tahun 2010, 2.433 orang tewas dalam kecelakaan tambang batubara di China. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 2.631 orang tewas dalam tambang batubara.
(anw/fiq)











































