Hillary Clinton Desak Iran Respons Tuduhan Senjata Nuklir

Hillary Clinton Desak Iran Respons Tuduhan Senjata Nuklir

- detikNews
Sabtu, 12 Nov 2011 14:35 WIB
Hillary Clinton Desak Iran Respons Tuduhan Senjata Nuklir
Hawaii - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Hillary Clinton mendesak Iran untuk segera merespons laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengenai program nuklirnya. Dikatakan mantan ibu negara AS itu, pemerintah AS terus berkonsultasi dengan sekutu-sekutu mengenai program nuklir Iran.

"Iran sejak lama punya sejarah penipuan dan penyangkalan menyangkut program nuklirnya dan dalam beberapa hari ke depan kami harapkan Iran akan menjawab pertanyaan-pertanyaan serius yang muncul dari laporan ini," kata Hillary usai pembicaraan dengan para menteri Asia-Pasifik di Hawaii, AS seperti dilansir AFP, Sabtu (12/11/2011).

"Pemerintah AS akan terus berkonsultasi dengan para mitra dan sekutu mengenai langkah-langkah selanjutnya yang bisa kami ambil untuk meningkatkan tekanan atas Iran," imbuh istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketegangan antara Iran dan dua musuh utamanya, Israel dan AS kian memanas sejak IAEA merilis laporan terbaru mengenai aktivitas nuklir Iran. Dalam laporan itu disebutkan, ada bukti kredibel yang menunjukkan program nuklir Iran tengah digunakan untuk melakukan riset mengenai bagaimana menaruh hulu ledak nuklir dalam rudal-rudal balistik Iran.

Pemerintah Iran mengecam laporan tersebut namun belum memberikan jawaban rinci atas laporan badan pengawas nuklir PBB tersebut. Selama ini pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil. Sementara negara-negara Barat menuding Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Sebelumnya, Presiden Israel Shimon Peres mengatakan, serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran kini semakin mungkin terjadi.

Namun Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengingatkan adanya risiko dari serangan ke Iran tersebut. Dikatakannya, serangan itu bisa berdampak serius bagi wilayah Timur Tengah.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads