Hal itu disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Jeffrey Feltman meski dirinya tidak menyebutkan negara-negara mana saja yang siap menampung Assad.
"Hampir semua pemimpin Arab, para Menlu yang berbicara dengan saya mengatakan hal yang sama: kepemimpinan Assad segera berakhir. Itu tak bisa dihindari," kata Feltman di depan panel Senat AS seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/11/2011).
"Beberapa pemimpin Arab ini bahkan sudah mulai menawarkan tempat perlindungan bagi Assad guna mendorongnya untuk mundur secepatnya," tutur Feltman. Diharapkan Feltman, Assad dan pejabat-pejabatnya akan mengundurkan diri secara sukarela.
Aksi demo menuntut pengunduran diri Assad terus berlangsung di Suriah. Aksi yang telah berlangsung 7 bulan itu telah menelan ribuan korban jiwa. Menurut perkiraan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 3 ribu orang telah tewas selama pergolakan tersebut.
Sejauh ini Assad belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mundur. Pasukan Suriah terus menyerang para demonstran antipemerintah. Pada Rabu, 9 November kemarin, pasukan Suriah menembak 8 demonstran hingga tewas dan melukai 25 orang lainnya di Damaskus.
Sejak pekan lalu, lebih dari 60 orang telah tewas akibat kekerasan militer dan polisi Suriah. Padahal sebelumnya pemerintahan Assad telah setuju untuk melaksanakan seruan-seruan yang disampaikan Liga Arab yang salah satunya menyerukan penghentian kekerasan aparat.
(ita/vit)











































