Gedung Putih Minimalkan Dampak Sebutan 'Pembohong' pada Netanyahu

Gedung Putih Minimalkan Dampak Sebutan 'Pembohong' pada Netanyahu

- detikNews
Kamis, 10 Nov 2011 05:20 WIB
Gedung Putih Minimalkan Dampak Sebutan Pembohong pada Netanyahu
Washington DC - Gedung Putih Amerika Serikat berusaha mengurangi kerusakan hubungan Amerika Serikat dengan Israel usai insiden sebutan 'pembohong' untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sebutan itu diucapkan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy saat berbincang dengan Presiden Barack Obama.

"Dalam rekaman kami berbicara sangat jelas tentang komitmen presiden untuk Israel dan ia telah mempertahankan hubungan kerja yang sangat dekat dengan Perdana Menteri Netanyahu," kata Deputi Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Ben Rhodes, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2011).

Menurutnya, Obama memiliki hubungan yang sulit dengan Netanyahu, yang mengkritik dia karena terlalu keras mendorong Israel dalam kesepakatan perdamaian di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden itu bermula ketika wartawan yang meliput KTT G20 di Cannes minggu lalu mendengar Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyebut Netanyahu sebagai 'pembohong' saat berbicara dengan Obama.

Alih-alih membela, Obama tampaknya justru simpati. "Kau muak dengan dia, tapi aku harus berurusan dengan dia bahkan lebih sering daripada Anda," jawab Obama menurut juru Prancis.

Para jurnalis bisa mendengar pembicaraan tersebut setelah mereka diberikan peralatan terjemahan untuk konferensi pers namun mereka diberitahu akan menerima headphones nanti. Setelah memasang headphones mereka ke peralatan tersebut, para wartawan itu sadar bahwa mereka bisa mendengar terjemahan bahasa Prancis dari pembicaraan kedua pemimpin itu.

Menurut situs Arret sur Images, sejumlah jurnalis mengatakan bahwa dari hasil diskusi jurnalis diputuskan untuk tidak memberitakan pembicaraan tersebut karena bersifat pribadi dan off-the-record.

Gedung Putih sendiri menolak untuk mengomentari percakapan Obama-Sarkozy karena hal itu dinilai bersifat pribadi.

(fjp/fjp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads