Pesawat luar angkasa Rusia, Phobos-Grunt gagal menuju satelit Mars setelah diluncurkan. Pesawat berawak itu gagal dalam mencapai tujuannya itu karena mesin pesawat tidak bisa berfungsi.
"Mesin tidak menyala baik pada pembakaran pertama atau kedua. Hal ini berarti pesawat tidak mungkin untuk menemukan posisinya di antara bintang-bintang," ujar Kepala Badan Antariksa Rusia, Vladimir Popovkin di stasiun peluncuran Rusia Baikonur, Kazakhstan seperti dilansir dari Reuters, Rabu (9/11/2011).
Dalam situs resmi peluncuran Phobos-Grunt, Anton Ledkov dari Institut Penelitian Antariksa Rusia mengatakan tidak ada telemetri (semacam pengendali atau alat komunikasi jarak jauh, red) dari pesawat itu. Namun Popovkin mengatakan bahwa pejabat Badan Antariksa melakukan kontak dengan pesawat selama berada dalam orbit Bumi dan masih memiliki 3 hari sebelum baterai telemetri itu habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada masalah dengan pemprogaman kendati waktu yang ada sangat sempit," jelas Zakharov.
Proyek pesawat luar angkasa senilai 5 miliar rubel ($ 163 juta) atau sekitar Rp 1,5 triliun diluncurkan dari Stasiun peluncuran luar angkasa Baikonur pada pukul 00.16 waktu Moskow . Pesawat itu diluncurkan pada roket Zenit-2SB. Proyek ini dapat dikatakan sebagai usaha yang dihantui oleh kegagalan masa lalu, dan menjadi ujian bagi industri luar angkasa Rusia. Jika berhasil, perjalanan tersebut akan menjadi perjalanan ruang angkasa pertama Rusia ke Mars.
Sejak tahun 1960-an, saat kejayaan Soviet ke ruang angkasa, ilmuwan Rusia telah bermimpi menyelidiki satelit Planet Merah, sebutan Mars , Phobos. Tetapi dua pesawat yang pernah dikirimkan ke Phobos pada tahun 1988 gagal. Pada tahun 1996, pesawat lain Rusia yang tak berawak menuju Mars hilang di atmosfer setelah peluncuran. Misi Moskow terakhir yang berhasil adalah melampaui orbit Bumi, Vega 1 dan 2 pada pertengahan 1980-an.
"Kami selalu tidak beruntung dengan Mars," kata Zakharov.
Rencananya, Phobos-Grunt akan mencapai Mars tahun 2012 dan mendarat di satelit Mars pada tahun 2013 untuk mengumpulkan sampel dari permukaan Phobos dan terbang kembali ke Bumi pada tahun 2014. Phobos-Grunt juga membawa botol berisi bakteri bumi yang cocok untuk lingkungan yang ekstrem, bibit tanaman dan hewan invertebrata kecil yang dikenal sebagai beruang air untuk melihat apakah mereka dapat bertahan hidup di ruang angkasa.
Hal ini dimaksudkan untuk menjadikannya sebagai mikroba pertama yang dibawa oleh pesawat angkasa yang menghabiskan tahun dan melampaui gelembung pelindung medan magnet bumi, menguji sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan mungkin telah bermigrasi antar planet di dalam meteorit. (nwk/nwk)











































