Australia Defisit Turis, Industri Pariwisata Ketar-ketir

Australia Defisit Turis, Industri Pariwisata Ketar-ketir

- detikNews
Rabu, 09 Nov 2011 14:50 WIB
Canberra - Turis yang masuk ke Australia merosot dibanding dengan yang ke luar. Industri pariwisata Australia pun ketar-ketir karena kemerosotan turis ini dapat mengancam pendapatan dan lowongan kerja di sektor pariwisata.

Perbedaan turis domestik Australia yang ke luar negeri dibanding masuknya turis asing ke benua kangguru itu mencapai 360 ribu pada bulan September 2011, menurut Badan Statistik Australia (Australia Bureau of Statistics/ABS) seperti dilansir dari news.com.au, Rabu (9/11/2011).

Menurut ABS, turis yang masuk ke Australia turun 9 persen ke angka 432 ribu per September 2011 dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu. Sementara warga negara Australia yang melancong ke luar negeri melonjak 8,9 persen ke angka 790,6 ribu membuat dunia pariwisata Australia mengalami defisit 1,5 juta pada tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ABS juga mencatat pertumbuhan dunia pariwisata di negara tetangga Australia seperti Thailand yang mengalami pertumbuhan 38 persen, Indonesia 17 persen dan Amerika Serikat lebih dari 16,3 persen.

Menanggapi data ABS tersebut, CEO Forum Pariwisata dan Transportasi Australia John Lee mengatakan industri pariwisata Australia benar-benar membutuhkan bantuan pemerintah. Jika industri lain seperti industri mobil, baja dan ternak memberi jutaan dolar bagi pemerintahan, maka keadaan industri pariwisata Australia pada saat ini seperti ditelantarkan.

Industri pariwisata mempekerjakan karyawan tiga kali lebih banyak dibanding sektor lain, namun jika keadaan tersebut tidak juga membaik maka kemungkinan besar akan terjadi pemutusan kerja terhadap banyak karyawan di dunia pariwisata ini.

"Agen-agen marketing pariwisata membutuhkan penambahan dana untuk memastikan bahwa pesan mereka benar-benar didengar di tengah penuh dan padatnya persaingan pasar internasional. Menjaga budget pemasaran pariwisata bukanlah memotong dana tersebut, namun jika tidak cepat diselesaikan, maka pasar pariwisata ini akan berangsur hilang," jelas Lee.

Bisnis pariwisata, imbuh Lee, terbentuk sebagai bisnis yang menyenangkan, suatu industri yang tidak jauh dari senang-senang, namun ternyata banyak dari pelaku industri pariwisata di Australia malah berwajah 'muram'. Lee menambahkan sangat mendesak untuk memastikan bahwa pesan pemasaran pariwisata Australia didengar di tengah kompetisi pasar internasional.

"Kita butuh menambah pendanaan untuk kegiatan pemasaran di negara-negara yang memiliki kemungkinan besar untuk mengunjungi Australia seperti China, India dan negara-negara Asia Tenggara," tandas dia.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads