Tipu Investor Rp 7,7 T, Pengembang Properti Dituntut Mati

Tipu Investor Rp 7,7 T, Pengembang Properti Dituntut Mati

- detikNews
Rabu, 09 Nov 2011 12:48 WIB
Hong Kong - Seorang pengembang properti di Provinsi Zhejiang, China dituntut mati di pengadilan. Gara-garanya, pengembang properti itu didakwa telah menipu investor lebih dari US$ 867 juta melalui skema pengumpulan dana ilegal.

Ji Wenhua dituntut dalam pengadilan menengah di Zhejiang karena mengumpulkan dana ilegal 5,5 miliar yuan atau sekitar US$ 867 juta atau senilai Rp 7,7 triliun antara tahun 2003 hingga tahun 2008, seperti ditulis The South China Morning Post yang dilansir Reuters, Rabu (9/11/2011).

Ji juga menghadapi berkas kriminal serupa, di mana dia dituduh melakukan kecurangan senilai 1,47 miliar atau US$ 231,6 juta atau sekitar Rp 2 triliun.

Keluarga Ji memulai mengumpulkan uang dari publik dari tahun 2003 kendati mereka menderita kerugian dari perusahaan properti mereka. Mereka menjanjikan pengembalian investasi dengan bunga 15-25 persen yang akhirnya tidak berkelanjutan, demikian dikutip dari dokumen pengadilan Lishui.

Dua kerabat Ji diberikan penangguhan hukuman mati sementara dua karyawan di perusahaan Ji di Grup Real Estate Yintai telah dipenjara selama 3 tahun. Provinsi Zhejiang akhir-akhir ini menderita krisis kredit yang parah.

Ibukota Zhejiang, Wenzhou, telah terpukul oleh krisis utang dan kebangkrutan perusahaan besar. Hal itu dikarenakan perusahaan tidak mampu melunasi pinjaman dari kreditur bawah tanahnya yang memiliki bunga terlalu tinggi di tengah tekanan kredit nasional.

"Hukuman keras dijatuhkan sebagai langkah pemerintah meningkatkan tindakan keras pada skema piramida dan perbankan ilegal." Demikian ditulis The South China Morning Post.

Beberapa akademisi mengatakan pemerintah lalai dalam mengawasi regulasi mengenai pengumpulan dana oleh pihak swasta terutama di daerah-daerah, karena banyak rentetan peristiwa serupa.

"Hanya ketika skema tersebut menjadi masalah sosial, yang berwenang mulai bertindak. Tapi hal itu sering datang terlambat dan hanya ada sedikit yang bisa mereka lalukan," kata profesor yang ahli di bidang penggalangan dana swasta dari Universitas Zhejiang, Profesor Li Youxing.

(nwk/vta)


Berita Terkait