Berlusconi Umumkan Pengunduran Diri

Berlusconi Umumkan Pengunduran Diri

- detikNews
Rabu, 09 Nov 2011 08:32 WIB
Berlusconi Umumkan Pengunduran Diri
Roma - Perdana Menteri Silvio Berlusconi akhirnya menyerah di saat Italia semakin tersedot ke krisis zona euro. Ia mengumumkan pengunduran diri setelah dukungannya di parlemen terus menurun.

Berlusconi membenarkan pernyataan Presiden Italia Giorgio Napolitano bahwa ia akan mengundurkan diri. Langkah itu akan diambil secepatnya setelah parlemen mengesahkan reformasi anggaran yang diminta para pemimpin Eropa.

Sebelumnya, Belusconi menyatakan, satu-satunya pilihan dari kegagalan reformasi yang memicu pembelotan partainya, PDL, adalah pemilu lebih awal. Namun, hal itu dikhawatirkan hanya akan memperpanjang ketidakpastian yang telah melemahkan kepercayaan pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama berminggu-minggu, Berlusconi mengalami kekalahan yang paling krusial selama 2 dekade ia memimpin Italia. Belum lagi skandal seks yang menderanya. Namun, Berlusconi sebelumnya menolak untuk mundur dan bertekad untuk melawan pembelotan di dalam partainya sendiri.

Dikutip dari reuters, Rabu (9/11/2011), Berlusconi akhirnya setuju untuk mengundurkan diri setelah pasar Eropa ditutup, namun euro melonjak terhadap dollar. Di samping itu saham AS juga naik.

Menurut laporan BBC kemarin, dalam pemungutan suara yang penting untuk anggaran di parlemen, dia berada di bawah tekanan untuk mundur. Pemungutan suara ini juga memuat Berlusconi kehilangan dukungan mayoritas karena hanya mendapat kurang dari setengah suara di parlemen. 308 Anggota parlemen mendukung anggaran, di bawah 316 suara yang dibutuhkan untuk mendapatkan mayoritas.

Memang tidak ada yang menolak anggaran, namun 321 abstain. Angka ini memperlihatkan banyak anggota parlemen dari koalisinya yang tidak mendukungnya. Apalagi sebelumnya, mitra koalisi utama dia yakni Liga Utara, sudah menekan Berlusconi untuk mengundurkan diri.

Sebenarnya defisit yang dialami Italia relatif kecil, namun para investor mengkhawatirkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah dengan utang Italia sebesar 1,7 triliun euro. Mereka khawatir hal itu bisa membuat negara itu bangkrut.


(irw/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads