Dituduh Pelecehan Seks, Kandidat Presiden AS Terus Kampanye

Dituduh Pelecehan Seks, Kandidat Presiden AS Terus Kampanye

- detikNews
Selasa, 08 Nov 2011 15:53 WIB
Dituduh Pelecehan Seks, Kandidat Presiden AS Terus Kampanye
Washington - Bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Herman Cain membantah keras tuduhan-tuduhan pelecehan seksual yang diarahkan padanya. Cain pun bertekad akan terus melakukan kampanye kepresidenannya.

Beberapa wanita mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh Cain. Bahkan salah satunya, Sharon Bialek memberanikan diri bicara kepada pers di Manhattan. Wanita itu pun menceritakan secara rinci peristiwa yang dialaminya pada tahun 1997 silam.

Dalam konferensi pers itu, Bialek didampingi oleh pengacaranua, Gloria Allred, salah seorang pengacara ternama AS. Diungkapkan Bialek, pelecehan seks itu terjadi saat dirinya meminta bantuan Cain setelah kehilangan pekerjaannya di Asosiasi Restoran Nasional. Cain ketika itu menjabat sebagai ketua asosiasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia tiba-tiba mendekati dan menaruh tangannya ke bawah rok saya dan memegang vagina saya. Dia juga memegang kepala saya dan menariknya ke dekat selangkangannya," kata Bialek seperti dilansir AFP, Selasa (8/11/2011).

"Saya sangat, sangat kaget dan sangat shock. Saya bilang, 'Apa yang Anda lakukan? Anda tahu saya punya pacar. Bukan untuk ini saya datang," kata wanita itu.

"Saya ingin Anda, Tuan Cain, untuk jujur. Akui apa yang telah Anda lakukan," cetus Bialek.

Namun Cain bersikeras bahwa dirinya tidak pernah melakukan perbuatan tercela itu. "Tak ada sedikit pun kebenaran dalam semua tuduhan ini," kata Cain dalam wawancara di acara "Jimmy Kimmel Live" di stasiun televisi ABC.

"Suara rakyat lebih kuat daripada suara media dan orang-orang yang akan memilih kandidat dan presiden AS mendatang," tutur pria mantan bos perusahaan pizza itu.

Situs berita politik, Politico, pekan lalu memberitakan, dua wanita mengadukan pelecehan seksual oleh Cain saat politisi itu menjabat ketua Asosiasi Restoran Nasional pada 1990-an.

Beberapa hari setelah artikel itu dirilis, perempuan ketiga juga menyatakan hal serupa terkait Cain dalam kurun waktu yang kurang lebih sama.

Dan pekan lalu, Cain mengatakan salah satu perempuan yang menuduhnya itu sudah menerima ganti rugi dari Asosiasi Restoran Nasional. Wanita itu yang kabarnya mendapat uang sebesar US$ 45.000 tersebut menyatakan lewat kuasa hukumnya bahwa Cain pernah melakukan serangkaian perbuatan yang tidak pantas.
(ita/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads