"Terorisme akan terus ada selama para imperialis mendominasi dunia. Saya musuh para teroris seperti Amerika Serikat dan Israel," cetus Carlos dalam wawancara dengan harian El Nacional seperti dilansir AFP, Senin (7/11/2011).
Ketika ditanya mengenai jumlah warga sipil yang tewas akibat serangan-serangannya, pria berumur 62 tahun itu mengatakan: "Sangat sedikit. Saya menghitung itu kurang dari 10 persen. Jadi dari 1.500-2.000 orang yang tewas, korban warga sipilnya kurang dari 200," tutur pria dengan nama asli Ilich Ramirez Sanchez tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carlos yang dilahirkan pada tahun 1949, muncul ke permukaan pada tahun 1975 ketika kelompoknya menyerbu ruang konferensi tempat berlangsungnya pertemuan para menteri kartel minyak OPEC di Wina, Austria. Ketika itu dia menyandera 11 orang.
Dikatakan Carlos dalam wawancara itu, di bawah koordinasinya, lebih dari 100 serangan telah dilakukan kelompoknya. Ketika ditanyai apakah dia tahu kalau dirinya telah berbuat salah, Carlos menjawab bahwa kejahatan-kejahatannya terbilang kecil. Menurutnya, mantan Presiden Kuba Fidel Castro membunuh lebih banyak orang.
(ita/vit)










































