Pernyataan itu disampaikan Khamenei setelah Washington menuduh Teheran terlibat dalam plot untuk membunuh Dubes Arab Saudi untuk AS. Tuduhan itu telah dibantah pemerintah Iran.
"Kami memiliki dokumen-dokumen yang tak terbantahkan yang menunjukkan Amerika berada di balik tirai teror di Iran dan wilayah ini," kata Khamenei seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (3/11/2011).
"Dengan menyampaikan 100 dokumen itu, kami akan mempermalukan Amerika di dunia," katanya lagi. Namun Khamenei tidak menyebutkan kapan dirinya akan menyampaikan dokumen-dokumen tersebut dan kepada siapa dokumen itu akan diserahkan.
Bulan lalu, pemerintah AS mengumumkan telah membongkar plot dua warga Iran yang terkait pasukan elit Iran, Garda Revolusioner, guna membunuh Dubes Saudi dengan menaruh bom di sebuah restoran di Washington, AS. Pemerintah Iran membantah keterlibatan dalam plot itu.
"Amerika mencoba menekan Iran dan menyelamatkan dirinya dari gerakan Wall Street dan masalah-masalahnya dengan skenario teroris tak masuk akal tersebut," cetus Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
"Mereka ingin menuduh para prajurit dan pejuang paling mulia di Iran dengan terorisme," kata Khamenei.
Last month, the United States said it had uncovered a plot by two men with links to Iran's Revolutionary Guards to assassinate the Saudi envoy by planting a bomb in a Washington restaurant. The Iranian government denies any involvement.
"America tried to exert pressure on Iran and rescue itself from the Wall Street movement and its problems by the absurd terrorist scenario," Khamenei said during a televised address to an audience of students.
"They want to accuse the most virtuous warriors and fighters in Iran of terrorism.
"The course of events have changed in the world and by the grace of God the fight of virtue, with the pioneering of Iran, has started against the pharaoh of hegemony and will continue to its final collapse."
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan, tuduhan Khamenei itu tampaknya sebagai reaksi atas kuatnya kasus plot pembunuhan Dubes Saudi.
"Saya cuma akan menekankan bahwa tuduhan-tuduhan kami dilakukan di pengadilan AS, dalam dokumen-dokumen yang sekarang terbuka untuk publik dan jelas dan bisa dievaluasi oleh siapapun," tegas Nuland kepada para wartawan di Washington.
"Ini cuma retorika lainnya yang dirancang untuk membelokkan perhatian rakyat di Iran dari kegagalan pemerintah Iran untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri," kata Nuland.
Sebelumnya Presiden AS Barack Obama telah mengatakan bahwa temuan plot tersebut diharapkan akan mendorong sanksi yang lebih berat terhadap Iran.
(ita/vit)











































