Atas ancaman Israel itu, Iran saat ini dalam kondisi siaga penuh. Bahkan pemimpin militer Iran Jenderal Hassan Firouzabadi menegaskan, negaranya akan menghukum dan membuat Israel menyesal jika ancaman itu benar-benar dilakukan.
"Kami menganggap setiap ancaman -- bahkan ancaman dengan kemungkinan kecil -- sebagai ancaman pasti. Kami saat ini siaga penuh," kata Firouzabadi seperti diberitakan kantor berita Iran, Fars dan dilansir AFP, Kamis (3/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pemerintah Amerika Serikat menolak berkomentar mengenai spekulasi serangan Israel ke Iran. "Saya tak akan merespons spekulasi seperti itu," cetus juru bicara Gedung Putih Jay Carney.
"Kami tetap fokus pada saluran diplomatik di sini, cara diplomatik dalam hal berurusan dengan Iran," imbuhnya.
Pemerintah AS dan negara-negara lainnya telah mencurigai bahwa Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran berulang kali membantahnya. Iran menegaskan, program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
(ita/vit)











































