Didesak Liga Arab, Suriah Akan Tarik Militer dari Kota-kota

Didesak Liga Arab, Suriah Akan Tarik Militer dari Kota-kota

- detikNews
Kamis, 03 Nov 2011 10:51 WIB
Didesak Liga Arab, Suriah Akan Tarik Militer dari Kota-kota
Kairo - Pemerintah Suriah setuju untuk menarik militernya dari kota-kota yang menjadi basis para demonstran penentang Presiden Bashar al-Assad. Pemerintahan Assad juga setuju untuk menghentikan kekerasan dan membebaskan para tahanan serta melakukan pembicaraan dengan oposisi.

Selain itu, pemerintah Suriah juga setuju untuk mengizinkan para jurnalis memonitor dan memberitakan situasi di negeri itu.

Hal itu merupakan bagian dari proposal rencana yang diajukan Liga Arab guna menghentikan pertumpahan darah antara pasukan pemerintah dan para demonstran. Atas rencana tersebut, pemerintah Suriah telah menyatakan persetujuannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami senang telah mencapai kesepakatan ini dan kami akan lebih senang lagi ketika ini dilaksanakan segera," kata Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani usai pertemuan para Menteri Luar Negeri Arab di Kairo, Mesir mengenai rencana tersebut seperti diberitakan AFP, Kamis (3/11/2011).

Selama ini Assad mengerahkan militer dan tank-tank untuk menghancurkan aksi demo antipemerintah yang telah berlangsung berbulan-bulan. Menurut Assad, pasukan pemerintah memerangi para militan dan kelompok-kelompok bersenjata, bukan para demonstran.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, lebih dari 3 ribu orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas selama pertumpahan darah tersebut.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat kembali mengulang seruannya agar Presiden Assad mundur. "Posisi kami tetap bahwa Presiden Assad telah kehilangan legitimasinya untuk memerintah dan harus mundur," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney kepada para wartawan di Washington.

Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland juga mengatakan, pemerintah Suriah telah banyak berjanji mengenai reformasi namun hanya kekerasan yang terus terjadi.
(ita/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini