Seperti yang diberitakan Reuters, Kamis (3/11/2011), meski petinggi militer sekutu sepakat akan memulangkan 39 ribu tentaranya dari tanah seribu satu malam itu, ledakan-ledakan kerap terjadi.
"Saya berada didekat Cafe anak saya saat ledakan itu terjadi. Semua orang terbaring di atas tanah dan orang-orang terlihat panik dan berteriak, termasuk anak saya yang ikut terluka," ujar seorang saksi mata Abu Abdullah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Oktober lalu, jumlah warga sipil yang tewas akibat bom bunuh diri dan ledakan di jalan-jalan terus bertambah. Serangan bom juga terus terjadi yang ditujukan kepada pihak militer dan kepolisian Irak.
(fiq/her)











































