Pesawat yang mengangkut 231 orang itu terpaksa mendarat darurat dengan bagian perutnya menyentuh landasan hingga menimbulkan kebakaran kecil. Tak ada yang terluka dalam insiden menegangkan itu. Namun banyak penumpang menangis saat pesawat akan mendarat.
Menurut LOT, pesawat mengalami kegagalan sistem hidrolik sentral yang mengakibatkan roda-roda pendaratan tak bisa keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama penerbangan itu, pilot beberapa kali memberitahu para penumpang mengenai adanya masalah teknis dan menyuruh mereka untuk mengikuti instruksi.
"Pilot berbicara pada kami beberapa kali dan mengatakan kami harus mengikuti instruksi. Kemudian, seorang pramugari mengatakan bahwa kemungkinan ada api dan saat itu orang-orang mulai nervous dan tak menentu," kata penumpang bernama Malgorzata.
"Saya mulai menangis, dan pria-pria di sekitar saya juga menangis," kata penumpang lain, Krystyna Dabrowska seperti dilansir ABC News, Rabu (2/11/2011). "Saya pikir itulah saat terakhir saya," tutur wanita berumur 62 tahun itu.
Pilot Tadeusz Wrona akhirnya berhasil mendaratkan pesawat dengan mulus. Saking mulusnya, banyak penumpang yang mengira bahwa pesawat Boeing 767 tersebut mendarat dengan roda-roda pendaratan.
"Saya berdoa agar pilot tidak kehilangan kendali karena kami mulai berputar-putar di atas bandara. Itu mengerikan," kata seorang penumpang bernama Teresa Kowalik kepada para wartawan di bandara Warsawa. "Kami berutang banyak pada pilot. Dia benar-benar hebat," imbuhnya.
Atas insiden itu, para pejabat dan media nasional Polandia menyebut para pilot dan kru pesawat sebagai pahlawan. Terlebih lagi Kapten Wrona yang langsung dielu-elukan sebagai pahlawan oleh publik Polandia.
(ita/ita)











































