4 Warga AS Ditangkap Atas Plot Terorisme

4 Warga AS Ditangkap Atas Plot Terorisme

- detikNews
Rabu, 02 Nov 2011 10:54 WIB
Washington - Empat warga Amerika Serikat (AS) yang diyakini sebagai anggota milisi, ditangkap atas plot terorisme termasuk penyerangan gedung-gedung dan pegawai pemerintah serta mencoba memproduksi racun biologi mematikan, risin.

Jaksa AS untuk Distrik Utara Georgia, Sally Quillian Yates mengatakan, kasus ini menunjukkan bahwa di saat perhatian difokuskan pada ancaman yang dibawa para ekstremis internasional, masalah yang sama juga terjadi di dalam negeri AS.

Keempat pria tua yang ditangkap itu semuanya berasal dari negara bagian Georgia. Mereka adalah Frederick Thomas (73) asal Cleveland; Dan Roberts (67) asal Toccoa; Ray Adams (65) asal Toccoa dan Samuel Crump (68) juga dari Toccoa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus ini menunjukkan bahwa kita juga harus tetap waspada dalam melindungi negara kita dari warga negara di perbatasan kita yang mengancam keselamatan dan keamanan kita," kata Yates dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/11/2011).

"Para tersangka, yang dituduh menjadi bagian dari kelompok milisi pinggiran, didakwa atas perencanaan serangan terhadap sesama warga negara mereka sendiri dan pemerintah," ujar Yates.

"Untuk melaksanakan agenda mereka, dua terdakwa dituduh membeli bahan peledak dan sebuah alat peredam, sementara dua terdakwa lainnya mengambil langkah-langkah untuk mencoba memproduksi racun biologi mematikan," jelas Yates dalam statemennya.

Menurut surat dakwaan, keempat tersangka mulai berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan rahasia tim operasi pada Maret tahun ini. Mereka membahas aktivitas-aktivitas kriminal seperti pembunuhan, pencurian, pembuatan dan penggunaan bahan beracun sebagai upaya untuk menjatuhkan pemerintah negara bagian dan federal serta untuk memenuhi kepentingan mereka.

Pertemuan-pertemuan kelompok tersebut dimonitor oleh FBI yang sumber terpercayanya ikut dalam pertemuan tersebut dan diam-diam merekam pembicaraan tersebut.

"Thomas, Roberts dan lainnya juga membahas penggunaan racun biologi yang bisa membunuh orang-orang dengan dosis kecil," demikian disebutkan dalam surat dakwaan.

Para tersangka mengakui perbuatan mereka itu sama dengan pembunuhan namun mereka berdalih bahwa tindakan itu diperlukan sesuai ideologi mereka.


(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads