"Menerima Palestina masuk UNESCO merupakan kemenangan akan hak-hak, keadilan dan kebebasan," kata Presiden Palestina Mahmud Abbas seperti disampaikan juru bicaranya, Nabil Abu Rudeina seperti dilansir AFP, Selasa (1/11/2011).
Sementara Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki yang berada di Paris, Prancis untuk voting UNESCO itu, menyebut peristiwa ini sebagai "momen bersejarah yang mengembalikan sebagian hak-hak Palestina."
Dalam voting yang digelar di kantor pusat UNESCO di Paris, resolusi yang menyetujui keanggotaan Palestina didukung oleh 107 negara. Sementara 14 negara menolak resolusi tersebut dan 52 memilih abstain.
Pemerintah Amerika Serikat yang sejak awal menentang upaya tersebut, kini memutuskan untuk menghentikan sebagian kucuran dananya untuk UNESCO.
"Kami harusnya melakukan pembayaran US$ 60 juta ke UNESCO pada November ini dan kami tak akan melakukan pembayaran itu," cetus juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland kepada para wartawan di Paris.
Adapun Prancis yang semula menyampaikan keprihatinan akan upaya Palestina menjadi anggota UNESCO tersebut, pada akhirnya mendukung resolusi itu bersama nyaris semua negara-negara Arab, Afrika, Amerika Latin dan Asia termasuk China dan India.
Sementara AS, Israel, Kanada, Australia dan Jerman termasuk negara yang menolak resolusi tersebut. Adapun negara-negara yang abstain termasuk Jepang dan Inggris.
Sejumlah media massa menilai langkah UNESCO menerima Palestina tersebut sebagai langkah simbolis belaka yang tidak akan mempercepat pembentukan negara Palestina. Terlebih lagi, upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB akan terus dihalang-halangi oleh Amerika Serikat.
Pemungutan suara untuk menentukan status keanggotaan Palestina di PBB akan dilakukan pada November ini. Dan AS telah mengancam akan menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan niat Palestina menjadi anggota penuh PBB.
Mengenai UNESCO, dalam struktur badan tersebut, tak satu pun negara memiliki hak veto. Setiap anggota UNESCO memiliki satu suara yang sama tak terkait besarnya negara atau besarnya kontribusi keuangan. UNESCO sama seperti badan PBB lainnya, merupakan bagian dari badan dunia itu namun memiliki sistem dan prosedur keanggotaan sendiri.
(ita/vit)











































