NATO Tak Akan Intervensi Suriah

NATO Tak Akan Intervensi Suriah

- detikNews
Selasa, 01 Nov 2011 01:18 WIB
Tripoli - NATO kemungkinan tidak akan melakukan intervensi terhadap pertumpahan darah di Suriah. Namun, mereka mengingatkan Damaskus agar mengambil pelajaran dari Libya di mana oposisi yang didukung NATO dapat mengakhiri kekuasaan Muammar Khadafi.

Sanksi yang diberikan barat kepada Suriah makin ketat. Namun, sejauh ini, belum ada tanda-tanda NATO akan mengulangi operasi militer mereka di Timur Tengah pasca penaklukan Khadafi.

Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen di Tripoli, Ibu Kota Libya, menyatakan, NATO tidak punya niat untuk campur tangan dalam konflik di Suriah. Tidak akan ada aksi militer di Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jawaban saya sangat singkat. NATO tidak memiliki niat untuk campur tangan apapun," jawab Rasmussen kepada wartawan seperti dikutip reuters, Senin (31/10/2011).

Akan tetapi, Rasmussen mengingatkan, NATO akan mengutuk keras tindakan kejam terhadap penduduk sipil di Suriah. Kejadian di Libya merupakan sinyal yang amat jelas bahwa pemerintah Suriah tidak dapat lagi mengabaikan kehendak rakyat.

"Suriah harus mengakomodasi aspirasi sah dari rakyat dan bekerja menuju demokrasi," cetus Rasmussen.

Menurut perkiraan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 3 ribu orang telah tewas selama konflik Suriah. Sebagian korban tewas saat tank-tank Suriah dikerahkan ke kota-kota yang menjadi basis demonstrasi yang meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad mundur.

(irw/did)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads