Dua orang lainnya termasuk seorang polisi terluka dalam insiden bom mobil dekat bangunan yang digunakan oleh Kantor Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi alias UNHCR tersebut.
"Kami tahu soal ledakan yang terjadi pagi tadi di dekat wisma tamu UNHCR," kata juru bicara PBB Dan McNorton seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (31/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan bom mobil itu terjadi sekitar 480 kilometer sebelah selatan Kabul, ibukota Afghanistan. Ini terjadi hanya dua hari setelah serangan bom mematikan di Kabul yang menewaskan 13 tentara dan pegawai sipil NATO, termasuk tentara Amerika, Inggris dan Kanada. Empat warga Afghan juga terluka dalam peristiwa itu.
Pasukan tempur asing akan meninggalkan Afghanistan pada akhir 2014 mendatang. Menurut PBB, kekerasan di seluruh negeri itu semakin meningkat sejak dimulainya invasi AS dkk ke Afghanistan tahun 2001 lalu. Lebih dari 130.000 pasukan asing saat ini berada di Afghanistan.
(ita/vit)











































