Habis Memperkosa, Pria Ini Kirim SMS Cinta ke Korban!

Habis Memperkosa, Pria Ini Kirim SMS Cinta ke Korban!

- detikNews
Senin, 31 Okt 2011 13:50 WIB
Melbourne - Entah apa yang ada di pikiran pria ini. Dia memperkosa seorang wanita yang tidak dikenalnya berulang kali dan setelah kabur, dia mengirimkan pesan-pesan SMS berisi ungkapan cintanya pada korban!

Atas perbuatannya, pria berumur 26 tahun itu hari ini dijatuhi hukuman penjara 14 tahun oleh pengadilan Australia. Lebih parah lagi, pria bernama Tovia Tovia itu sebelumnya juga dalam masa percobaan atas kasus serupa.

Dalam peristiwa yang terjadi pada 7 November 2010 lalu sekitar pukul 3 dini hari waktu setempat, Tovia menyusup masuk ke rumah seorang wanita muda di Melbourne, Australia. Pria itu berhasil masuk ke rumah dengan memecahkan kaca jendela kamar mandi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tovia kemudian masuk ke kamar tidur korban dan langsung loncat ke ranjang wanita itu seraya berkata: "Jangan teriak atau saya akan membunuhmu." Setelah itu Tovia memperkosa wanita berumur 22 tahun itu beberapa kali selama waktu 2,5 jam.

Demikian disampaikan Hakim County Court Gabriele Cannon seperti dilansir News.com.au, Senin (31/10/2011).

Dikatakan Hakim Cannon, setelah puas dengan aksi bejatnya, Tovia kemudian menanyakan nomor telepon korban. Bahkan Tovia menanyakan apakah korban mau menemani dirinya menghadiri sebuah acara keluarga. Bahkan dengan lantang, Tovia bertanya apakah korban akan membolehkan dia masuk jika dirinya kembali ke rumah tersebut.

Kepada korban, Tovia mengatakan dirinya memutuskan menyusup ke rumahnya karena menduga mobil yang diparkir di depan rumah korban sangat cocok dikemudikan oleh "seorang gadis muda yang baik".

Setelah kabur dari rumah korban, Tovia membanjiri wanita itu dengan pesan-pesan SMS dan pesan suara tentang rasa cintanya pada wanita itu. Tovia pun ditangkap polisi pada 8 November atau sehari setelah pemerkosaan itu.

Menurut Hakim Cannon, kejahatan tersebut merupakan kategori pemerkosaan terparah. Hakim menggambarkan pemerkosaan itu sebagai "mengerikan, mengganggu dan menjijikkan" karena selama beberapa jam, korban mengalami siksaan mengerikan.
(ita/vit)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads