Seperti dikutip dari Reuters, Senin (31/10/2011), pemerintah Kenya mengirim pasukannya ke Somalia sejak pertengahan bulan Oktober. Pengiriman pasukan itu untuk mengejar pasukan pemberontak yang sering dipersalahkan atas serangkaian penculikan yang terjadi di tanah Kenya. Termasuk serangan terhadap pasukan keamanan yang kerap terjadi di perbatasan negara tersebut.
"Dua belas warga sipil tewas termasuk enam anak dan 52 lainnya terluka setelah sebuah jet Kenya memborbardir sebuah kamp pengungsi di kota," kata Ali Mohamud Harbi yang merupakan seorang tetua lokal di Jilib.
Sementara itu juru bicara militer Kenya, Emmanuel Chirchir, tidak bisa segera mengkonfirmasikan serangan itu. Mereka mengatakan sedang menunggu informasi terbaru dari lapangan terkait serangan tersebut.
"Jet memborbardir dua tempat. Pusat al Shabaab dan sebuah kamp pengungsi di dekatnya," kata Hassan Abdiwahab, seorang warga di Jilib.
(feb/van)











































