Seperti dikutip dari AFP, Senin (31/10/2011), keputusan itu membawa kabar baik bagi puluhan ribu penumpang yang terdampar sejak maskapai asal Australia ini membatalkan semua penerbangan tanpa batas waktu pada Sabtu (29/10) lalu.
"Kami telah memutuskan untuk menghentikan aksi, sementara perjanjian perusahaan yang baru diusulkan segera," kata seorang perwakilan Fair Work Australia setelah pertemuan yang berlangsung maraton.
"Kami akan menerbangkan pesawat kami kembali ke udara sesegera mungkin. Hal ini dapat dilakukan pada Senin sore dengan jadwal yang terbatas atas persetujuan dari regulator," ujar Chief executive Qantas Alan Joyce.
Alan juga meminta maaf kepada semua penumpang Qantas yang telah terganggu dengan aksi tersebut. Seperti diketahui aksi sudah berjalan selama beberapa bukan terakhir dan memuncak beberapa hari yang lalu.
68.000 Penumpang dari 447 penerbangan terkena dampak dari di-grounded-nya 108 pesawat Qantas di 22 kota. Penumpang yang tersebar dari London, Hong Kong, Singapura, Los Angeles AS pun berang bukan kepalang.
Para penumpang ini akhirnya beralih ke maskapai lain seperti Virgin Australia atau Air Asia yang menambah kapasitas penumpang atau menawarkan harga khusus untuk penumpang Qantas. Namun, masih banyak juga penumpang yang terlantar dan marah.
"Ini sungguh tidak bisa diterima," kata Michael Fung (57) asal Brisbane yang terlantar di Hong Kong bersama istrinya.
"Saya tidak mau naik maskapai ini lagi," ujarnya kesal.
(feb/van)











































