Qantas membuat pengumuman dengan membatalkan seluruh penerbangan mulai Sabtu (29/10) kemarin. Akibatnya, puluhan ribu penumpang kalang kabut.
Seperti dilansir AFP, Minggu (30/10/2011), nasib para penumpang kini ada pada regulator yaitu Fair Work Australia yang menggelar pertemuan darurat hari ini. Bahkan, PM Australia Julia Gillar sampai turun tangan memerintahkan mediasi karena situasi ini mengganggu perekonomian nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
68.000 Penumpang dari 447 penerbangan terkena dampak dari di-grounded-nya 108 pesawat Qantas di 22 kota. Penumpang yang tersebar dari London, Hong Kong, Singapura, Los Angeles AS pun berang bukan kepalang.
Para penumpang ini akhirnya beralih ke maskapai lain seperti Virgin Australia atau Air Asia yang menambah kapasitas penumpang atau menawarkan harga khusus untuk penumpang Qantas. Namun, masih banyak juga penumpang yang terlantar dan marah.
"Ini sungguh tidak bisa diterima," kata Michael Fung (57) asal Brisbane yang terlantar di Hong Kong bersama istrinya.
"Saya tidak mau naik maskapai ini lagi," ujarnya kesal.
(fay/lh)











































