"Ini sangat menyedihkan, para guru ini sangat muda dan berharga bagi kami, mereka datang dari berbagai kota di Turki," kata seorang kepala sekolah dasar negeri kepada Reuters, Sabtu (29/10/11) di sebuah tenda yang didirikan di halaman sebuah hostel yang rusak.
Kebanyakan dari guru tersebut masih berusia muda dan baru tahun pertama dalam berkarier. Ketika gempa mengguncang, mereka sedang berada di Cafe Buse merayakan pertunangan salah seorang temannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala sekolah menambahkan bahwa terdapat sekitar 1.500 guru di Ercis dan delapan puluh persen di antaranya berasal dari luar. Pemulihan para guru dari trauma gempa ini pun menjadi keraguan kepala sekolah bahwa pendidikan di Ercis tidak akan normal dalam waktu dekat.
"Saya tidak yakin sekolah dapat kembali berjalan sebelum Februari," kata kepala sekolah. "Ini bukan tentang bangunan, ini tentang meyakinkan para guru malang ini untuk kembali pada kondisi mengerikan di sini."
(rdf/rdf)











































