"Kami dapat memastikan bahwa 13 anggota International Security Assistance Force (ISAF) telah tewas," kata juru bicara ISAF di Kabul. Demikian ditulis Reuters, Sabtu (29/10/11).
Juru bicara Pentagon menegaskan bahwa 13 tentara yang tewas tersebut adalah orang Amerika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya menewaskan 13 anggota ISAF, serangan tersebut juga turut merenggut nyawa tiga orang warga sipil dan seorang polisi. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan.
Pada hari yang sama, terjadi juga penembakan terhadap tiga warga Australia dan seorang ahli bahasa di Provinsi Uruzgan, Afghanistan Selatan. Penembakan tersebut dilakukan oleh seorang yang mengenakan seragam Tentara Nasional Afganistan.
PBB mengatakan bahwa kekerasan yang terjadi saat ini merupakan yang paling buruk semenjak dimulainya perang 10 tahun yang lalu, meskipun 130.000 tentara asing telah dikerahkan.
(rdf/rdf)











































