Kantor berita Bosnia melaporkan pria bersenjatakan senapan Kalashnikov tersebut dilumpuhkan oleh penembak jitu dari pihak kepolisian. Salah seorang juru bicara kepolisian mengatakan, pria tersebut terluka tapi masih dalam kondisi hidup.
Untuk menghidari aksi serupa, polisi setempat kemudian membuat pagar betis di sekitar area pusat bisnis, universitas, dan pusat perbelanjaan di kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa terjadi insiden di daerah sekitar kedutaan besar. Kedutaan besar sekarang ditutup. Kami sedang menunggu polisi untuk menertibkan keadaan," ujar seorang juru bicara kedutaan yang dihubungi melalui telepon dari dalam gedung.
Petugas rumah sakit berujar pada stasiun televisi Bosnia, satu petugas keamanan menderita luka di lengan dan telah dirawat.
Bosnia yang dianggap sebagai sekutu kuat Amerika Serikat pernah mengalami perang saudara pada tahun 1992-1995 antara etnis Muslim Bosnia, Kroasia dan Serbia ketika pemerintahan komunis Yugoslavia runtuh.
Kedutaan besar Amerika Serikat di Sarajevo pernah ditutup sebentar pada bulan Maret 2002 karena adanya ancaman, namun belum pernah diserang sebelumnya hingga akhirnya penambakan kali ini terjadi.
(lrn/lrn)











































