Seorang diplomat Barat yang enggan disebutkan namanya mengatakan seperti dilansir AFP, Jumat (28/10/2011), para duta besar NATO dalam pertemuan di Brussels, Belgia, setuju dengan suara bulat untuk menyudahi misi NATO yang diberi nama OUP (Operation Unified Protector) pada 31 Oktober.
Keputusan resmi ini disampaikan sehari setelah Dewan Keamanan PBB sepakat untuk mengakhiri mandat yang memungkinkan aksi militer di Libya terhitung sejak 31 Oktober pukul 23.59 waktu setempat mendatang.
Selama misi yang berlangsung 7 bulan di Libya, pesawat-pesawat tempur NATO telah melancarkan lebih dari 26.000 serangan udara dan membombardir hampir 6 ribu target.
Sebelumnya, pimpinan penguasa baru Libya, Dewan Transisi Nasional (NTC) telah meminta NATO untuk memperpanjang misi mereka yang telah berlangsung sejak Maret lalu. Alasannya, keberadaan NATO masihdiperlukan untuk menjamin keselamatan warga Libya dari sisa-sisa pasukan pendukung Khadafi.
(ita/vit)











































