"Terima kasih Yesus Kristus, terima kasih untuk berkat-Mu," kata Garcia dalam doanya sebelum dieksekusi di Huntsville, Texas.
"Tuhanku adalah tuhan keselamatan," ujar pria berumur 39 tahun itu seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (28/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang polisi, Hector Garza (49) datang ke rumah tersebut setelah menerima laporan adanya keributan rumah tangga. Namun begitu tiba, sang polisi ditembak oleh Garcia hingga tewas. Setelah itu Garcia menembak istinya enam kali. Pembunuhan itu disaksikan oleh putri pasangan tersebut yang saat itu baru berumur 5 tahun.
Selama insiden itu, Garcia juga menembak dan melukai paman istrinya. Pria itu juga sempat melepaskan beberapa tembakan ke orang-orang di luar rumahnya dan merusak sebuah sekolah dasar terdekat.
Garcia divonis mati pada Februari 2002. Semua permohonan bandingnya ditolak. Sejauh ini, puluhan orang telah disuntik mati di AS pada tahun ini dengan sepertiga di antaranya dilakukan di Texas.
(ita/vit)











































