Para pejabat Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) akhirnya mengakui adanya pelanggaran HAM saat penangkapan Khadafi yang mengakibatnya tewasnya mantan diktator Libya itu. NTC pun berjanji akan mengadili para pembunuh Khadafi.
"Sehubungan dengan Khadafi, kami tidak menunggu sampai seseorang memberi tahu kami," kata Abdel Hafiz Ghoga, wakil pemimpin NTC pada konferensi pers di Benghazi, Libya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (28/10/2011).
"Kami telah memulai investigasi. Kami telah mengeluarkan kode etik dalam menangani para tahanan perang. Ada beberapa pelanggaran oleh mereka yang sayangnya, digambarkan sebagai revolusioner. Saya yakin itu tindakan perorangan dan bukan tindakan pasukan revolusioner ataupun nasional," kata pejabat tinggi NTC itu.
"Kami telah mengeluarkan statemen bahwa setiap pelanggaran HAM akan diselidiki oleh NTC. Siapapun yag bertanggung jawab atas itu (pembunuhan Khadafi) akan diadili dan mendapat pengadilan yang adil," tegasnya.
Kematian Khadafi telah mengundang kontroversi setelah munculnya rekaman ponsel yang menunjukkan dia masih hidup saat ditangkap para pemberontak. Dalam sebuah rekaman terlihat bagaimana Khadafi dianiaya hingga berdarah-darah dan bahkan disodomi dengan sebuah alat sebelum kemudian ditembak dan tewas.
(ita/vit)











































