Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyatakan, ribuan warga Bangkok telah meninggalkan ibukota Thailand itu menjelang datangnya arus banjir lebih besar yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat. Sejauh ini Bangkok dan 20 provinsi telah terkena banjir.
"Deplu AS menyarankan untuk tidak melakukan kunjungan kecuali penting, ke daerah-daerah Thailand tersebut," demikian pernyataan Deplu AS seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (28/20/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Deplu AS mengatakan, bandara Suvarnabhumi di Bangkok, bandara utama Thailand, masih tetap beroperasi seperti biasa dan sebagian besar daerah-daerah tujuan wisata seperti Phuket dan Chiang Mai tidak terkena banjir.
Sebagian besar wilayah Thailand telah mengalami krisis banjir yang telah berlangsung 3 bulan. Banjir yang disebabkan oleh musim hujan yang luar biasa intens itu telah menyebabkan lebih dari 370 oang tewas. Jutaan rumah pun telah hancur akibat banjir terparah di Thailand dalam setengah abad itu.
(ita/vit)











































